Lugas dan Berintegritas

Wacana Kredit Pendidikan Munculkan Kekhawatiran Masyarakat

0 16

HARIANBEKASI.com – Mustolih Siradj, Dosen Fakultas Syariah dan Hukum UIN Jakarta memandang wacana student loan atau kredit pendidikan memunculkan kekhawatiran di masyarakat. Kekhawatiran itu menjadi bukti pemerintah tidak bijak dalam mengurus anggaran pendidikan.

“Negara (dikhawatirkan) menghindar dari tanggungjawab menyelenggarakan pendidikan yang berkualitas dan terjangkau,” katanya kepada Kiblat.net, Senin (19/03/2018).

Padahal tanggung jawab itu merupakan mandat konstitusi sebagaimana tertuang jelas dalam Pasal 31 UUD 1945. Yakni negara wajib mengalokasikan anggaran minimal 20 persen dari APBN untuk pendidikan.

“Nyatanya perintah konstitusi belum secara paripurna dilaksanakan oleh negara. Selain kualitas masih jauh pendidikan saat ini belum dinikmati oleh semua warga negara,” ungkap Mustolih.

Selanjutnya masyarakat merasa khawatir bila wacana tersebut nantinya akan membuka peluang liberalisme dan konsumerisme di sektor pendidikan.

“Pada akhirnya hanya kalangan tertentu saja yang bisa menjangkau akses pendidikan yang baik dan berkualitas,” katanya.

Untuk diketahui, Presiden Joko Widodo mewacanakan kredit pendidikan bagi pelajar di perguruan tinggi. Hal itu dilontarkannya menyusul target pertumbuhan kredit perbankan 2017 yang tak tercapai.

Reporter: Hafidz Syarif

Leave A Reply

Your email address will not be published.