Lugas dan Berintegritas

KPAI Prihatin Maraknya Kasus Kekerasan di Sekolah

0 61

HARIANBEKASI.com – Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyampaikan keprihatinan mendalam atas berbagai kasus kekerasan yang terjadi di sekolah. Mereka menilai, hal tersebut sangatlah mencoreng dunia pendidikan.

Komisioner KPAI bidang pendidikan, Retno Listyarti mengungkapkan bahwa dalam tiga bulan pertama di tahun 2018 lembaganya telah menerima banyak pengaduan terkait kekerasan terhadap anak didik. Pelakunya beragam, mulai dari guru, kepala sekolah, petugas sekolah lainnya, hingga sesama anak didik.

Menurut data dari KPAI, pengaduan yang diterima KPAI didominasi oleh kekerasan fisik dan anak korban kebijakan yang angkanya mencapai 72%. Sedangkan kekerasan psikis sebanyak 9%, kekerasan finansial atau pemalakan/pemerasan 4% dan kekerasan seksual 2%.

“Selain itu, kasus kekerasan seksual oknum guru terhadap peserta didik yang viral di media, meski tidak dilaporkan langsung ke KPAI, tetapi KPAI tetap melakukan pengawasan langsung mencapai 13% kasus,” ujar Retno dalam keterangan tertulis, Selasa (20/03/2018).

Dia mengatakan kolah yang seharusnya menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi anak didik. Namun, terungkapnya berbagai kasus kekerasan seksual yang dilakukan oknum guru terhadap anak didiknya, menunjukkan bahwa ternyata justru bisa menjadi tempat yang membahayakan anak-anak.

“Trendnya pun berubah, kalau sebelumnya korban kebanyakan anak perempuan, tetapi data terakhir justru korban mayoritas anak laki-laki,” ungkap Retno.

“Guru sebagai pendidik yang mestinya menjadi pelindung bagi anak, justru bisa menjadi oknum yang membahayakan anak-anak,” imbuhnya.

Reporter: Qoid

Leave A Reply

Your email address will not be published.